Senin, 13 April 2009

Maju Export Indonesia


Banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha, maupun oleh pemerintah untuk memajukan export Indonesia. Namun, mengingat banyak perusahaan yang berguguran di saat krisis global ini, ada baiknya bagi industri kita untuk memperkuat pemasaran dalam negeri terlebih dahulu. Sehingga apabila terjadi krisis global jilid kedua, ketiga, dan sebagainya hanya akan mengurangi pendapatan saja, dan tidak mematikan industri kita.

Dengan semakin kuatnya pemasaran dalam negeri, maka berarti semakin siap pula kita dalam menghadapi berbagai krisis global yang mungkin akan datang. Dan dengan semakin siapnya kita menghadapi krisis global, maka itu berarti semakin kuat dan semakin siap pula kita memasuki pasar internasional (export).

Untuk memperkuat pemasaran, baik di dalam maupun luar negeri, maka promosi adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berpromosi adalah dengan mengikuti berbagai pameran dan event-event yang berkaitan, khususnya event-event yang bertaraf internasional.

Pengusaha harus aktif dalam mencari info mengenai acara-acara yang dapat Ia ikuti, atau mungkin justru para pengusaha yang bergerak dalam industri yang sama dapat bergabung dalam suatu wadah dan rutin mengadakan acara-acara untuk mempromosikan produknya.

Pemerintah juga harus aktif memberi info dan memancing pengusaha untuk mempromosikan produk-produknya, baik di dalam maupun luar negeri. Dan Pemerintah pun wajib ikut serta dalam berbagai kegiatan internasional untuk mempromosikan produk dalam negerinya.

Hal lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mempermudah berbagai birokrasi dan prosedur yang harus ditempuh oleh para pengusaha untuk memajukan dan mempromosikan usahanya. Meringankan kewajiban pajak bagi industri-industri tertentu juga dapat memajukan industri tersebut. Atau bahkan mungkin tidak hanya meringankan pajak, tetapi juga memberi bantuan pendanaan dalam bentuk pinjaman lunak, dsb.

Bagi perusahaan yang sudah cukup kuat, akan sangat bagus apabila perusahaan tersebut memiliki kantor perwakilan/cabang dan gudang di negara-negara yang menjadi sasaran export. Hal ini dapat sangat menghemat waktu dan biaya pengiriman produk dari Indonesia. Bayangkan betapa banyak waktu dan dana yang harus dikeluarkan apabila setiap kali ada pemesanan kita harus mengexportnya langsung dari Indonesia.

Dengan memiliki gudang dan kantor cabang, produk akan sampai lebih cepat ke tangan pelanggan. Hal ini tentu akan membuat pelanggan senang, sekaligus meningkatkan citra perusahaan di mata pelanggan. Selain itu, biaya kirim yang lebih murah adalah keuntungan lebih bagi perusahaan.

Hal lain yang perlu dilakukan dalam meningkatkan citra produk dan perusahaan adalah dengan menjaga atau bahkan meningkatkan kualitas produk. Untuk industri furniture kayu misalnya, dengan hanya menggunakan kayu-kayu terbaik sebagai bahan baku, lalu mempromosikannya, tentu akan menimbulkan citra yang sangat positif di mata pelanggan. Selain bahan baku, produk yang dihasilkan juga harus berkualitas tinggi, unik, dan kreatif. Bahkan bila perlu, pelanggan juga harus mendapatkan garansi dalam waktu lama sebagai bentuk kepercayaan diri kita terhadap produk kita.

Perusahaan juga harus dapat mempromosikan kualitas produknya. Dalam industri furniture kayu misalnya, perusahaan harus berani lantang dan percaya diri mengatakan bahwa produknya memiliki kualitas pahatan terbaik, terhalus, dsb. Dan kualitas produk akan tetap terjaga dan tidak akan rusak hingga puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Perusahaan yang berhasil menjaga atau bahkan meningkatkan citra dirinya akan selalu diingat oleh pelanggan. Dan perusahaan seperti ini tidak perlu terjebak dalam perang harga, discount, dsb. Sebab pelanggan sudah percaya dan akan terus percaya selama perusahaan bisa menjaga reputasinya.

Hal lain yang sangat penting untuk dilakukan adalah membentuk jaringan kerjasama. Masih dalam industri furniture kayu misalnya, Perusahaan dapat membentuk jaringan kerjasama dengan hotel, perkantoran, restauran, perumahaan, dan sebagainya. Bila perlu perusahaan harus berani memberikan jaminan/komitmen kesanggupan kerjasama dengan relasi-relasi dalam jaringan usahanya. Misalnya, apabila ternyata perusahaan property relasi kita mengalami pertumbuhan yang pesat, dan mereka meminta kita untuk meng-suply furniture dalam kuantitas yang sangat besar, kita harus memberikan jaminan bahwa kita sanggup menyediakan kuantitas yang diminta dengan kualitas yang tetap terjaga.

Jaringan kerjasama lain yang perlu dibentuk adalah dengan industri Indonesia lainnya, misalnya kopi, rokok, kain-kain tradisional (modern juga bisa), dan sebagainya. Misalnya suatu kopi berkualitas tinggi asal Indonesia akan selalu terlihat bersama furniture kayu buatan kita dalam setiap media promosinya. Hal ini akan menimbulkan image yang sangat bagus di mata pelanggan, lebih dari itu, hal ini tidak hanya mepromosikan kopi dan furniture kita, tetapi juga mempromosikan Indonesia secara keselurahan.

Yang menjadi tugas kita berikutnya adalah, bagaimana caranya membuat bangsa Indonesia bangga dengan produknya sendiri, di manapun ia berada, baik di dalam maupun luar negeri. Sebab bagaimana orang lain akan percaya pada produk kita apabila kita sebagai bangsa Indonesia tidak percaya pada produk kita sendiri.

Pada akhirnya, kualitas produk kita-lah yang membuat bangsa Indonesia, maupun bangsa lainnya mau dan menyukai produk-produk Indonesia.

Salam,
Rizal Akbar