Jumat, 19 Desember 2008

Ke-edan-an seorang Lia Edan

Ternyata tidak hanya USA saja yang presidennya bisa mendapat wahyu Tuhan secara langsung. Salah satu alasan mengapa Bush menginvasi Afghanistan dan Irak adalah karena ia merasa mendapat wahyu Tuhan untuk melakukannya. Bush gembar-gembor mengaku di depan publik bahwa ia disuruh oleh Tuhan untuk menginvasi Afghanistan pada waktu itu.

Dan kini pun di Indonesia ternyata Presiden SBY juga mendapat wahyu Tuhan seperti yang diterima Bush. Bahkan wahyu yang diterima SBY jauh lebih istimewa dibanding wahyu yang diterima oleh Bush, mengapa? Karena Tuhan langsung mengirimkan wahyunya tersebut dalam bentuk surat tertulis yang bisa dibaca oleh siapapun, dan bahkan wahyu Tuhan ini pun sudah ditandatangani langsung oleh Tuhan (atau perwakilannya). Mantap kan?

Yang lebih hebat lagi adalah ternyata bahwa wahyu ini tidak hanya dikirimkan kepada Presiden SBY saja, Tuhan juga mengirimkan wahyunya kepada kepolisian Republik Indonesia dalam bentuk Surat Tertulis. Dan lagi-lagi, surat ini pun sudah ditandatangani oleh Jibril-Ruhul Kudus. Sungguh dahsyat.

Apa isi wahyu tersebut? Saya juga kurang tahu, tapi salah satu isinya adalah Tuhan meminta kepada presiden RI untuk menghapus semua agama yang ada di Indonesia. Dan Tuhan juga berkata bahwa ia tidak mengakui kedaulatan SBY sebagai presiden Indonesia. Selain itu ia juga mengatakan bahwa Ahmadiyah bukanlah ajaran yang sesat.






Ok, di sini ada sesuatu yang menurut saya lucu dan bisa kita bahas, yaitu ketidak konsistenan Tuhan (Lia Aminuddin atau yang lebih dikenal dengan Lia Eden, alias Lia Edan). Yaitu :

1. Lia tidak mengakui kedaulatan SBY sebagai presiden RI.
2. Lia meminta SBY untuk membubarkan semua agama di Indonesia.
3. Lia memandang Ahmadiyah bukan sebagai ajaran yang sesat.

Masih ada beberapa hal lagi yang bisa dibahas, tapi kita bahas 3 ini saja dulu. Ketiga hal di atas tidak konsisten, saling mematikan, dan membuktikan keedanan seorang Lia Edan, mengapa?

Pertama. Lia tidak mengakui kedaulatan SBY sebagai presiden RI, namun mengapa Lia meminta kepada SBY untuk menghapuskan semua agama. Andaikan benar semua agama di Indonesia harus (dan bisa?) dihapus, hal tersebut hanya boleh dilakukan oleh Presiden RI yang berdaulat. Dalam butir kedua ini jelas-jelas Lia mengakui kedaulatan SBY sebagai presiden RI, padahal dibutir pertama dia mengatakan sama sekali tidak mengakui kedaulatan SBY. Butir satu dan butir dua ternyata saling mematikan.

Kedua. Lia meminta SBY untuk membubarkan semua agama di Indonesia. Dari butir kedua ini kita dapat melihat bahwa Lia memandang semua agama yang ada di Indonesia adalah sesat, oleh karena itu harus dihapuskan. Lia ingin hanya ada satu ajaran (agama) di Indonesia, yaitu ajaran yang ia ajarkan. Andaikan semua agama adalah sesat dan harus dibubarkan berarti ajaran ia sendiri pun adalah sesat dan harus dibubarkan, termasuk Ahmadiyah pun harus dibubarkan. Namun pada butir ketiga di atas ia mengatakan bahwa Ahmadiyah tidak sesat. Butir kedua dan ketiga saling bertentangan juga.

Ketiga. Lia melihat bahwa Ahmadiyah bukanlah ajaran sesat, sebab menurutnya Mirza Ghulam Ahmad dan Muhammad Abdul Rachman adalah reinkarnasi dari Nabi Muhammad SAW. Bila menurutnya Ahmadiyah bukanlah ajaran yang sesat, berarti ia juga mengakui bahwa Islam bukanlah ajaran yang sesat (bertentangan dengan butir kedua). Karena Islam bukanlah ajaran yang sesat, berarti apa yang diajarkan Islam adalah ajaran yang benar. Padahal dalam ajaran Islam sudah sangat-sangat ditegaskan bahwa tidak ada yang namanya Reinkarnasi. Bila ia ngotot mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dan Muhammad Abdul Rachman adalah reinkarnasi nabi Muhammad SAW, maka berarti ia juga mengatakan bahwa ajaran Islam itu salah. Namun apabila ternyata ajaran Islam itu salah (sesat), bukankah itu berarti Ahmadiyah juga sesat? sudah sangat jelas, bahwa Lia saling membantah omongannya sendiri.

Sebenarnya saya juga kurang paham mengenai ajaran Ahmadiyah. Tapi setau saya Ahmadiyah juga tidak mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dan Muhammad Abdul Rachman itu sebagai Reinkarnasi Nabi Muhammad SAW. Mereka hanya mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi yang masih muncul setelah kemunculan Rasul terakhir umat Islam, Muhammad SAW. Hal inilah yang membuat Ahmadiyah sesat. Setau saya ajaran lainnya dalah Ahmadiyah juga tidak terlalu berbeda, saya tidak tahu apakah Ahmadiyah itu mengakui adanya Reinkarnasi atau tidak.

Keedanan lainnya dari Lia Edan adalah kegemarannya mencampur adukkan berbagai macam Agama ke dalam ajarannya. Dari penampilanpun terlihat bahwa ia senang menggabungkan berbagai attribut Islam, Kristen, dan Budha. Kadang ia terlihat seperti Kristen, kadang terlihat seperti Budha, kadang terlihat seperti gabungan dari semuanya.

Menurut para jemaatnya, Lia Eden tidak dapat di-adili, sebab menurut mereka "Mengadili Lia Eden sama saja mengadili Ruhul Kudus dan Kerajaan Tuhan".

Tragis.