Senin, 29 Desember 2008

Jepang Peringati Kepahlawanan Endang Arifin

Artikel berikut ini diambil dari Kaskus yang diambil lagi dari koran Waspada. Walaupun sudah sangat telah (oktober lalu), namun saya rasa banyak yang belum membacanya.


IYA - Endang Arifin, seorang peserta magang pada industri penangkapan ikan di Hyuga, propinsi Miyazaki, Jepang telah menjadi pahlawan kemanusiaan atas upayanya menyelamatkan dua bocah Jepang yang menyebabkan dirinya sendiri meninggal. Pengakuan atas aksi kepahlawanan yang ditunjukkan pemuda asal Cirebon, Jawa Barat ini diberikan pemerintah Jepang. Ia meninggal dalam upaya menyelamatkan dua orang murid SMP yang tertelan ombak di sebuah pantai di Hyuga.


Dua murid SMP tersebut berhasil mencapai pinggiran pantai dan selamat, namun Endang justeru hanyut tertelan ombak dan baru dua hari tubuhnya ditemukan oleh Japan Coast Guard.


Endang memang merupakan sosok yang memiliki karakter kepahlawanan karena ia sebenarnya memiliki impian menjadi anggota TNI. Ia bahkan bertekad mengikuti program magang karena ia juga berencana membantu orang tuanya menunaikan ibadah haji.


Melihat ada orang hanyut dipantai, ia merasa terpanggil untuk memberi pertolongan dengan rekannya meski akhirnya harus dibayar dengan nyawa.


Belum sempat menggapai mimpi, rupanya maut telah datang. Keluarga Endang di Cirebon merasa sangat kehilangan karena ia merupakan pemuda yang selalu menuruti nasehat orang tuanya. Selama ini ia juga banyak membantu secara finansial dan tidak mau merepotan orang tuanya.
Demi mencapai impiannya, ia rela meninggalkan beasiswa Universitas Padjajaran Bandung dan pergi ke Jepang. Inilah rupanya jalan yang harus ia tempuh.


Keluarganya sempat mendapat firasat tentang kepergian Endang karena foto Endang yang digantung disebuah dinding rumah jatuh dan masuk ke sebuah ember besar berisi air. Selang beberapa jam setelah kejadian ini, keluarganya menerima kabar bahwa Endang meninggal.


Pengorbanan Endang telah mendapatkan simpati tidak hanya dari pemerintah Jepang dan asosiasi perikanan di Miyazaki akan tetapi juga dari masyarakat Jepang. Miyuki Inoue, seorang sutradara film bahkan telah membuat film tentang Endang yang telah diputar di Indonesia serta beberapa kota di Jepang.


Tanggal 25 Oktober 2008 lalu bahwa seminar dan pemutaran film dilakukan di Wako University di Tokyo. Hari Kamis besok (30/10/2008), ayah, ibu dan adik perempuan Endang Arifin diundang resmi oleh pemerintah Jepang untuk melakukan sebuah upacara penghormatan.


Polisi Nasional Jepang akan memperingati aksi kepahlawanan ini dengan maksud agar semangat Endang dapat ditiru oleh siapa saja.


Endang sebagai kenshusei, tidak saja sebagai pahlawan devisa, tapi telah mengharumkan nama bangsa dan menjadi pahlawan kemanusiaan, layak untuk dicontoh.

Sumber: Koran Waspada