Sabtu, 14 Juni 2008

Aero-Train. Kereta tahun 2020

Apa jadinya bila kereta digabungkan dengan pesawat ? gabungan tersebut akan menghasilkan kereta yang bisa terbang. Namun jangan buru-buru membayangkan kereta ini akan dapat terbang layaknya pesawat yang sedang terbang di udara, sebab kereta ini akan terbang dengan jarak hanya beberapa centimeter dari permukaan rel, persis seperti Maglev.



Saat ini Tohoku University, Jepang, sedang mengadakan eksperimen mengenai Aero-Train, yaitu kereta yang dapat terbang. Mereka berambisi membuat kereta yang dapat berlari lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Salah satu cara agar kereta dapat berlari lebih cepat adalah dengan mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara kereta dan rel. Dengan cara membuat kereta melayang, atau terbang, di atas rel mereka dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali gaya gesekan yang dapat terjadi antara kereta dan rel.

Dengan terbang sekitar 10 cm dari permukaan rel, saat ini prototype Aero-Train yang telah mereka buat dapat melaju dengan kecepatan hingga 500 km/jam atau sekitar 310 mil/jam. Itu merupakan kecepatan yang cukup fantastis untuk sebuah kereta.



Energi yang dibutuhkan untuk menjalankan Aero-Train akan didapat melalui angin dan matahari. Panel surya dan kincir angin sebagai penghasil listrik akan dipasang di sepanjang jalur yang akan dilalui kereta ini. Listrik yang akan dihasilkan diperkirakan akan lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi kereta.


Aero-Train diharapkan mulai dapat beroperasi di Jepang pada 2020 dengan kapasitas sekitar 325 penumpang.