Jumat, 02 Mei 2008

Pengganti buku di masa depan

Bagaimana rupa buku di masa depan ? saya yakin banyak dari kita yang sudah menduga bahwa di masa depan buku akan menjadi semakin “digital”. Sebenarnya tidak perlu menunggu “masa depan” untuk hal tersebut, sebab konsep “buku digital” ini sudah diterapkan oleh pelajar di daerah-daerah tertinggal di China dan Afrika semenjak beberapa tahun lalu.

Dengan adanya Papyrus, tidak lama lagi tidak hanya pelajar dari daerah-daerah tertinggal saja yang dapat menikmati buku digital ini. Dengan harga yang sangat terjangkau, siapapun dapat memiliki Papyrus.

Apa yang membedakan Papyrus dari Tablet PC dan PDA ?

Papyrus adalah buku digital yang memang tujuan utamanya adalah sebagai pengganti buku konvensional. Sama seperti buku pada umumnya, Papyrus tidak mampu mengeluarkan suara. Tidak ada fasilitas audio pada buku digital ini, namun hal ini merupakan salah satu sebab mengapa Papyrus memiliki harga yang jauh lebih murah dibanding Tablet PC dan PDA. Selain tidak memiliki audio, Papyrus juga tidak memerlukan high-end graphic card, ethernet port, dan berbagai macam perangkat lain yang ada pada Tablet PC dan PDA.

Papyrus dapat menghemat baterainya dengan cara menggunakan e-ink (tinta elektronik). Dalam keadaan baterai penuh, Papyrus dapat digunakan selama 30 jam nonstop.

Papyrus diharapkan akan tersedia dengan harga sekitar US$100 untuk tahap awal. Mungkin tidak semurah yang kita harapkan, namu bila harga satu buku saat ini sekitar Rp.50ribu-Rp.60ribu maka Papyrus hanya seharga 15-18 buku. Dengan harga kurang dari 20 buku kita dapat memasukkan jutaan buku ke dalam Papyrus ini.

Dan jangan lupa ! dengan menggunakan Papyrus berarti kita menghemat kertas. Dengan menghemat kertas berarti kita mengurangi berbagai macam limbah dan sekaligus menyelamatkan hutan-hutan di dunia. Dengan mengurangi limbah dan menyelamatkan hutan-hutan di dunia maka kita telah berpartisipasi dalam upaya menyelamatkan bumi tempat tinggal anak cucu kita di masa depan (^_^).

(source thegreenergrass )