Selasa, 12 Februari 2008

Mengapa Jepang pasca perang dapat segera pulih ?

Pada akhir perang dunia dua, Jepang mengalami kekalahan yang sangat telak. Kota-kota produksi yang sangat vital bagi jepang telah berhasil di-luluh lantak-kan oleh pasukan lawan. Bersamaan dengan kekalahannya tersebut Jepang juga harus membayar ganti rugi kepada negara-negara yang pernah didudukinya. Banyak berita beredar bahwa walau Jepang menjual negaranya-pun Jepang masih tidak akan mampu mencukupi hutang yang harus dibayarkannya. Namun kepulihan Jepang pasca perang sangatlah luar biasa, sungguh cepat, sehingga mencengangkan dunia. Apa yang membuat Jepang dapat segera pulih ?

Mungkin watak rajin, semangat, dan terampil yang telah terbina selama berabad-abad turut menyumbang andil besar dalam membantu kepulihan Jepang pasca perang. Selain itu mungkin juga beberapa faktor berikut turut membantu memulihkan Jepang.

Pada saat perang, pasukan lawan menghancurkan kota-kota yang dianggap berbahaya, karena kota-kota tersebut merupakan kota-kota produksi yang men-suplai kebutuhan-kebutuhan perang Jepang. Banyak pabrik, bahkan mungkin semua, hancur luluh lantak rata dengan tanah. Agar tetap dapat hidup langgeng, Jepang perlu memulihkan kembali kota-kota produksinya tersebut. Banyak pabrik-pabrik baru didirikan untuk mengganti pabrik-pabrik lama. Pabrik-pabrik baru berarti tekhnologi-tekhnologi baru pula. Sehingga justru karena hancurnya kota-kota produksi-nya itulah bermunculan pabrik-pabrik baru dengan tekhnologi-tekhnologi baru di seantero Jepang. Pabrik-pabrik jepang mulai menghasilkan produk yang jauh lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas. Hal ini mungkin tidak dialami negara lain di dunia, Amerika Serikat misalnya, mereka tetap menggunakan pabrik-pabrik lamanya untuk mensuplai kebutuhan negaranya.

Alasan keamanan mungkin juga menjadi salah satu faktor yang membantu Jepang dalam memulihkan diri pasca perang. Setelah kalah perang, Jepang mundur dari kancah “ke-militer-an”. Sebagai gantinya, Amerika Serikat akan menjadi pelindung Jepang apabila ada serangan dari luar. Hal ini mungkin dikarenakan Amerika yang begitu ketakutan terhadap penyebaran luasan paham komunisme oleh Uni Soviet pada waktu itu, ditambah dengan ketakutan Amerika terhadap kemungkinan kembalinya Jepang kedalam kancah ke-militer-an. Hal ini membuat Jepang dapat fokus untuk memulihkan dirinya tanpa perlu memikirkan masalah keamanan, selain itu dana yang harusnya digunakan untuk kepentingan militer dapat dialihkan untuk ekonomi, ristek, dan sebagainya.